Tahun 2009 ini tepatnya pada bulan April dan Juli kita menggunakan hak pilih kita sebagai warga Negara yang baik untuk memilih wakil rakyat di Pemilu. Banyak sekali kejadian-kejadian yang menarik bahkan yang aneh sekalipun pada pemilu kali ini terutama pada pemilihan para wakil rakyat daerah yang diadakan bulan April kemarin, mulai dari jumlah caleg yang sangat banyak, artis yang menjadi caleg, kinerja dari panitia pemilu, sampai para caleg yang menjadi stress karena hasil pemilu ini.
Jumlah caleg pada pemilu kali ini memang luar biasa banyak. Sering kali saya tertawa melihat iklan kampanye diri mereka. Lucunya adalah ada beberapa caleg yang membuat kampanye dengan hal yang aneh-aneh atau mencatumkan nama orang-orang terkenal yang mungkin dekat dengan mereka seperti misalnya “papa dari bla bla bla”, “anak dari bla bla bla”, dsb. Hal ini lucu sekali karena membuat kita jadi berpikir “emang penting ya?”.
Yang paling mencengangkan adalah caleg-caleg yang menjadi stress. Wajar memang, menurut saya hal ini terjadi mungkin para caleg tersebut hanya berorientasi pada keuntungan untuk diri sendiri ketimbang untuk kemajuan untuk rakyat yang diwakilinya. Umumnya caleg-caleg yang stress ini sudah habis-habisan dalam mengeluarkan uang untuk berkampanye agar bisa lolos dalam pemilu. Lucu saja, mereka ingin jadi pemimpin tetapi tidak punya kepribadian layaknya seorang pemimpin yang bisa menerima kenyataan bahwa mereka kalah atau tidak terpilih.
Dari panitia pemilu sendiri juga banyak kekurangan. Di berbagai media sering memberitakan seperti DPT daerah ini masih belum tetap, atau surat suara kurang untuk daerah ini. Hal ini membuktikan bahwa kurangnya kesiapan dari mereka. Di tempat saya juga ada hal yang aneh, pada saat Pemilu dilaksanakan seharusnya ada beberapa saksi yang hadir disana, memang disana ada meja yang disediakan untuk para saksi, anehnya saya tidak melihat satu orang panitia pun yang duduk di sana. Bisa dilihat bahwa panitia pemilu pun bersikap malas-malasan pada pesta demokrasi ini.
Jujur, Pemilu kali ini sangat aneh untuk saya, meskipun saya baru kali pertama ikut pemilu. Mulai dari banyak caleg yang stress, sampai panitia nya sendiri. Menurut saya banyak yang perlu diperbaiki untuk pemilu yang akan dating, seperti penyeleksian caleg-caleg yang memajukan diri itu harusnya dipilih oleh partai karena mereka benar-benar kompeten dan cocok dalam bidang tersebut, jangan asal-asalan, maupun dari pantia pemilu sendiri, seharusnya diberikan penyuluhan yang lebih lagi. (Nugraha)


yah udah g heran lg deh sama mental" orang indonesia.. hhe
BalasHapus