Rabu, 22 April 2009

Masih ada juga caleg yang curang

Dalam pemilu 2009 ini banyak juga caleg yang melakukan kecurangan seperti salah satunya membagi-bagikan buku pada acara Pembinaan Dinas Guru SMA dan SMK. Dalam acara tersebut, selain mendapat lembaran materi acara, para peserta juga kebagian sebuah buku petunjuk teknik budidaya 23 tanaman unggulan yang di bagian belakangnya bergambar Partai Golkar dan sebuah stiker bergambar Freddy Poernomo SH, caleg nomor urut 1 dari parpol tersebut untuk DPRD Jatim Dapil Tuban - Bojonegoro.
Ada lagi caleg caranya mempengaruhi massa untuk memilih dengan mengadakan perjalanan ziarah ke makam lima wali, ziarah wali lima yang difasilitasi caleg memang menjadi tren sejak memasuki masa kampanye pemilu.tentunya di perjalanan akan di beri stiker dan kartu nama salah caleg yang harus mereka pilih pada saat pemilu.. ziarah wali lima jika disertai ajakan dan tekanan untuk memilih salah satu caleg, termasuk pelanggaran pemilu.
Kecurangan yang dilakukan para caleg juga ada yang berhubungan dengan panitia pemilu seperti yang terjadi di Bali,kecurangan yang terjadi seperi pemalsuan dokumen hasil pemilu sampai pengalihan suara. Pidana pemilu dilakukan bersama-sama antara perangkat desa. sejumlah kecurangan yang terjadi selama proses pemungutan sampai penghitungan suara. Mereka mengidentifikasi sejumlah pelanggaran seperti indikasi mobilisasi suara oleh oknum aparat desa, pencurian dan penggelembungan suara, serta lemahnya pengawasan panwaslu. (sella)

13 komentar:

  1. yaa begitulah cara semua orang untuk mendapatkan kekuasaan,, segala cara dihalalkan.. walaupun dari KPU sendiri sudah memberikan batasan2 untuk berkampannye tapi masih saja mental caleg2 kita yang gak beres..

    jangankan cara seperti membagi2kan buku,, kemaren saja saat saya melakukan baksos untuk situ gintung H+2,, banyak caleg yang memanfaatkan untuk daerah pemilihannya,, ada dari caleg partai Golkar, PDI-P, dan Partai Patriot yang membagikan sembako tapi di dalam sembakonya tersebut berisi stiker, uang, dan kartu nama caleg tersebut..
    dia tuh niat ngasih apa punya tujuan laen sih..??
    kacau dah klo begini..

    liat aja,, menang apa kaga mereka2 yang melakukan hal seperti itu..

    BalasHapus
  2. "Dalam pemilu 2009 ini banyak juga caleg yang melakukan kecurangan seperti salah satunya membagi-bagikan buku pada acara Pembinaan Dinas Guru SMA dan SMK. Dalam acara tersebut, selain mendapat lembaran materi acara, para peserta juga kebagian sebuah buku petunjuk teknik budidaya 23 tanaman unggulan yang di bagian belakangnya bergambar Partai Golkar dan sebuah stiker bergambar Freddy Poernomo SH, caleg nomor urut 1 dari parpol tersebut untuk DPRD Jatim Dapil Tuban - Bojonegoro.
    Ada lagi caleg caranya mempengaruhi massa untuk memilih dengan mengadakan perjalanan ziarah ke makam lima wali, ziarah wali lima yang difasilitasi caleg memang menjadi tren sejak memasuki masa kampanye pemilu.tentunya di perjalanan akan di beri stiker dan kartu nama salah caleg yang harus mereka pilih pada saat pemilu.. ziarah wali lima jika disertai ajakan dan tekanan untuk memilih salah satu caleg, termasuk pelanggaran pemilu.
    Kecurangan yang dilakukan para caleg juga ada yang berhubungan dengan panitia pemilu seperti yang terjadi di Bali,kecurangan yang terjadi seperi pemalsuan dokumen hasil pemilu sampai pengalihan suara. Pidana pemilu dilakukan bersama-sama antara perangkat desa. sejumlah kecurangan yang terjadi selama proses pemungutan sampai penghitungan suara. Mereka mengidentifikasi sejumlah pelanggaran seperti indikasi mobilisasi suara oleh oknum aparat desa, pencurian dan penggelembungan suara, serta lemahnya pengawasan panwaslu"


    SETUJU !!!!

    BalasHapus
  3. INTERESTING ARTICLE ..

    Membuka mata kita semua akan kecurangan-kecurangan yang terjadi selama PEMILU .. (padahal baru pemilihan calon DPD-DPRD, gimana kalau pas pemilihan PRESIDEN-WAPRES??)

    Semoga PEMILU mendatang akan lebih baik dan oknum-oknum yang curang sebaiknya diberi hukuman agar tidak banyak kejahatan serupa yang terjadi lagi..

    BalasHapus
  4. tp caleg2 skr bener2 ga mikir apa yg dia lakukan,,
    bnyk cara yg mereka lakukan,tp setelah mereka kalah,,mereka mengambil kmbali hak2 ya udh mreka ksh utk sekitarnya,,
    apa bgtu cara calon2 pemerintah indonesia?
    dgn cara memanfaatkan org2 yg krg pendidikan mjadi terlihat bodoh di negaranya sndri??
    apa itu adil untuk org2 spt itu,,
    sedangkan para caleg yg gagal,,bnyk yg skt jiwa,bahkan mati gara2 kebodohan mereka sndri,,
    sharusnya mreka sadar akan kekalahan mreka,,tp mreka tdk siap utk kalah,,
    apa sprti itu calon2 pemerintahan qta?
    akan bs maju klo pemerintah qta ky gt..

    BalasHapus
  5. buat akuu yg gak ngerti politik.. cuma bisa ngerasain kalo ada yang salah aja.. gw pikir pemilu dengan banyak calon kyk gini,,untuk seterusnya akan ad kecurangan2 lain.. yakin deh..pasti banget ada.

    knapaa? soalnya kondisi negara kita sendiri mendukung banget buat curang2an itu,,,. dari pihak warga nih masih banyak yg gak kenal siapa orang pilihannya nanti. dan mereka hidup sederhana,need money, dan seorang caleg menawarkan uang untuk ditukar sama tindakan mudah (tinggal nyontreng).. ya jelas aja warga nya mau... tapi yang mau itu juga salah,, salah banget,,

    malahan, lebih baik gak milih daripada asal milih

    soalnya udah banyak caleg yang terbukti curang kan..?? hoho

    BalasHapus
  6. harry muksitos berkatos.. (kekeke)

    hhmm.. bikin geger juga pemilu kali ini..
    blom slesai urusan caleg yg bikin poster asal2an udah ketiban duren lg tentang kecurangan...

    malang.. sungguh malang...

    BalasHapus
  7. udah rahasia umum kali y caleg curanngggg...
    menurutt saya hampiiirrrrrr semua partai kali y. . membantu atau ikud suatu acara kegiatan masyarakat. . cuma jadi TOPENG mereka buat kampanyeee. .
    bahkan didaerah saya pun ketika ada yg meninggal,salah satu caleg partai terbesar dan sudah lama berdiri. . melayat jadi ajang CARI MUKA kepada masyarakat sekitaarrr. . .

    banyak koq kejadian yg saya lihattt. .
    jd nukannya saya buruk sangka. .palingg. .hanya sebagian kecil saja kali ya dari semua caleg yang pakai cara-cara bersihh. . yang benar-benar mengikuti peraturan yang ada...

    BalasHapus
  8. I think that the article which discusses the cases such as this make us more mature in general elections.should not have people who choose only for materials only. hopefully only a presidential election will not have problems like this.

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. emang nih,,
    tapi dalam ilmu ekonomi itu oke lho,,
    namanya "investasi"..(mgeluarkan modal dengan berharap mendapat laba jauh lebih besar) :p
    misalnya dari uang hasil korupsi ketika menjabat nanti:D

    trus minta modalnya kembali sbelum hangus juga oke,,soalnya mungkin bisa dipake untuk "investasi" ksempatan berikutnya,,

    itulah hasil dari ahli2 ekonomi Indonesia belajar di luar negeri :p

    kecurangan2 yg lain....mirip cara2 preman kampung ya, tapi yasudahlah ya,,

    mungkin daripada brgantung sama pjabat lulusan mana tauk yang trkadang ga lebih pinter dari orang2 yang comment di sini,,
    mending kita bantuin orang2 di skeliling kita sesuai bidang masing2,,
    tapi dalam membantu kita harus ikhlas, biar ga stress kyk beberapa sahabat caleg kita ;)

    BalasHapus
  11. gw setuju banget sama semua tulisan diatas..

    tapi jujur..
    seharusnya bukan cuma kecurangan yang harus kita kritisi disini..
    karna sejujurnya kecurangan dari salah satu partai tuh gampang banget buat ditemuin..
    dari cuma masalah bagiin stiker sampe hal2 krusial seperti nyogok oknum buat nyontreng 2 kali..

    kinerja suatu partai bahkan sebelum mereka terpilih pun seharusnya kita udah bisa menilai..

    seperti kebobrokan pada saat tragedi Situ Gintung..
    banyak partai yang nyoba buat memberikan sumbangan dalam hal makanan serta pakaian bekas..

    jujur..
    semua tu cumja jadi sampah..
    karna gak ada yang ke pake sampe makanan disana aja banyak yang busuk..

    klo kita liat kinerja yang benernya mah mereka lebih membutuhkan bantuan pasca bencana..
    kaya obat2an sama membangun kembali rumah mereka supaya merasa lebih aman..

    partai ketemu tragedi begitu aja udah mau mampus..
    apalagi ngurusin tragedi di Indonesia nanti yang bakal lebih banyak..
    blom lagi satu oknum yang buat ngurusin diri sendiri aja klo gak keterima udah gila..
    apalagi ngurusin orang lain..
    hehee..

    karna sejujurnya setiap individu di indonesia klo udah enak..
    mana mau mereka keluar dari "Comfort Zone" mereka..

    itu aja comment dari gw..
    hehee..

    selamat mengerjakan tugas..

    BalasHapus
  12. namanya org indo dimana mana musti pake 'pelicin'..
    kalo gag gitu, gag akan dipilih..
    menurut gue sih caleg curang udh biasa, cuma kasian negara kita.. mo jadi caleg aja caranya udh kga bener gmana kalo udh menjabat?

    BalasHapus
  13. Randika!

    Politik ya politik..
    yaa begitulah faktanya
    politik sebagai alat untuk mencapai tujuan, berbagai macam hal dilakukan.

    kecurangan dapat terjadi krn bermacam hal.

    mmm..
    solusi konkrit:
    1) tingkatkan internal control KPU

    KPU sebagai pembuat peraturan hasus, jadi TINGKATKAN INTERNAL KONTROL, klo sudah optimal insyaAllah kinerja KPU akan optimal

    2) pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap (DPT)

    Melihat keadaan banyak DPT yang hilang, brarti dipertanyakan kenap bisa begitu?? maka PR besar bagi KPU agar tak terulang untuk PEMILU Pilpres.

    3) optimalisasi kerja bawaslu

    Melihat kecurangan terus terjadi, seyogyanya bawaslu lebih ketat dan tegas untuk partai yang melanggar, JANGAN PANDANG BULU!!

    4) Say no to korupsi!

    Soal tinta yg slalu dibanggakan KPU tapi faktanya gampang di hapus sm lotion.

    5) setiap partai sadar etika dan hukum

    Bagi paratai2x, sadarlah, hukum boleh ga dilanggar tapi apakah bagaimana dengan ETIKA?? kembalikan ke hati nurani masing2x

    Dan terakhir,
    GUNAKAN HAK PILIH ANDA PADA PILPRES MENDATANG, INI PALING MENTETUKAN KE MANA ARAH NEGARA KITA TERCINTA INI!!


    MAJULAH INDONESIAKU!!

    BalasHapus